MALUKU — Signify menandatangani nota kesepahaman dengan Bose Professional untuk mengembangkan solusi pencahayaan dan audio terintegrasi di Asia Tenggara. Penandatanganan berlangsung di Singapura, Jumat (9/10/2026), dihadiri CEO Signify As Tempelman dan Regional Director MEA & APAC Bose Professional Nittin Dargan. Kerja sama ini menyasar stadion, arena, hotel, hingga ritel imersif sebagai segmen awal.
Signify dan Bose Professional menempatkan segmen komersial sebagai pintu masuk kerja sama. Fokus awal mencakup stadion, arena, tempat hiburan, perhotelan, ritel imersif, serta tempat kerja fleksibel yang dinilai semakin bergantung pada pengalaman pengunjung.
Kedua perusahaan memposisikan integrasi pencahayaan terkoneksi dan sistem audio sebagai satu paket solusi, bukan dua layanan terpisah. Pendekatannya menyasar ruang yang dinilai berdasarkan tiga hal: yang terlihat, terdengar, dan terasa.
Mengapa Signify dan Bose Professional Menggabungkan Pencahayaan dan Audio
Pengalaman menonton konser atau pertandingan olahraga jadi contoh yang diangkat kedua perusahaan. Sinkronisasi cahaya dan suara disebut dapat meningkatkan keterlibatan penonton di venue besar.
Logika yang sama berlaku untuk hotel, pusat perbelanjaan, dan kantor. Pengelola bangunan komersial kini bersaing pada kualitas pengalaman, bukan sekadar harga sewa atau lokasi.
"Di tengah kondisi ekonomi saat ini, pengalaman pelanggan menjadi salah satu diferensiasi terkuat bagi bisnis. Stadion, hotel, toko ritel, dan perkantoran semakin dinilai berdasarkan pengalaman pengunjung," kata Tempelman dalam penandatanganan MoU yang dihadiri detikINET.
"Pencahayaan serta audio berperan besar dalam membentuk pengalaman tersebut. Kolaborasi ini menegaskan fokus kami pada pencahayaan terkoneksi serta komitmen kami untuk menjadi perusahaan yang lebih berorientasi pada pelanggan," ujarnya.
Cakupan MoU dan Pasar yang Dibidik
MoU ini bersifat pengembangan peluang bersama, bukan akuisisi atau penyatuan entitas. Signify dan Bose Professional akan mengeksplorasi proyek terintegrasi di kawasan Asia Tenggara, dengan Singapura sebagai lokasi penandatanganan.
Keduanya belum mengungkap nilai investasi, target pendapatan, maupun jumlah proyek yang ditargetkan. Detail komersial disebut akan bergantung pada kesepakatan per proyek di masing-masing negara.
Bagi pelaku bisnis properti dan venue di Indonesia, model kemitraan semacam ini membuka opsi pengadaan terpadu. Pengelola gedung tidak perlu lagi mengoordinasikan dua vendor terpisah untuk sistem pencahayaan dan audio.
Respons Bose Professional
Nittin Dargan mengakui audio dan pencahayaan selalu berjalan beriringan dalam menghadirkan pengalaman yang berkesan. Dia berharap kerja sama ini mampu meningkatkan kehadiran ruang-ruang yang terlihat, terdengar, dan terasa luar biasa, utamanya di Asia Tenggara.
Pernyataan itu menegaskan posisi Bose Professional sebagai penyedia sistem audio komersial dan profesional, bukan merek konsumen. Segmen inilah yang selama ini menjadi kekuatan Bose di luar lini produk rumahan.
Konteks Pasar Pencahayaan dan Audio Terintegrasi
Signify dikenal sebagai pemain pencahayaan dengan lini connected lighting yang menyasar bangunan komersial dan infrastruktur kota. Perusahaan ini sebelumnya beroperasi dengan nama Philips Lighting sebelum berganti identitas korporat.
Pasar Asia Tenggara menjadi medan pertumbuhan bagi solusi bangunan cerdas, seiring pembangunan venue olahraga, pusat konvensi, dan kawasan ritel baru di Indonesia, Vietnam, dan Filipina. Integrasi pencahayaan-audio jadi salah satu paket yang dicari pengembang kawasan.
Belum ada jadwal rollout proyek perdana maupun negara yang akan digarap lebih dulu. Kedua perusahaan menyatakan detail implementasi akan diumumkan seiring berjalannya kerja sama.