MALUKU — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 menyediakan lahan seluas 5.000 meter persegi untuk pembangunan SMP baru di Belawan, Medan, melalui program Tumbuh Bersama. Pembangunan sekolah hasil kolaborasi Pelindo, BNCT, Pemkot Medan, dan DP World Foundation itu ditargetkan beroperasi pada 2028.
Paragraf pembuka: Dukungan lahan itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman dan peletakan batu pertama pada Kamis (15/10/2026). Selain Pelindo, kolaborasi ini melibatkan PT Belawan New Container Terminal (BNCT), Pemerintah Kota Medan, dan DP World Foundation sebagai penyandang dana pembangunan gedung.
Siapa Saja yang Terlibat
Acara peletakan batu pertama dihadiri Direktur Hubungan Kelembagaan Pelindo Hendri Ginting, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia H.E. Abdulla Salem AlDhaheri, President Director BNCT Suffian Manaf, dan Executive Vice President of People DP World Asia Pacific Gaylynne Neill.
Menurut Hendri, pendidikan menjadi salah satu fondasi penting untuk membangun masyarakat yang lebih maju dan berdaya saing. Penyediaan lahan diharapkan memperluas akses pendidikan bagi warga Belawan sekaligus membuka peluang lebih baik bagi generasi muda.
"Pelindo memandang pendidikan sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih maju dan berdaya saing. Melalui penyediaan lahan untuk pembangunan sekolah ini, kami berharap dapat mendukung perluasan akses pendidikan bagi masyarakat Belawan sekaligus membuka peluang yang lebih baik bagi generasi muda untuk meraih masa depan," ujar Hendri.
Skema Pembangunan dan Pendanaan
Pelindo menanggung penyediaan lahan, sementara pendanaan konstruksi gedung berasal dari DP World Foundation melalui BNCT. Pembangunan dijadwalkan mulai 2027 dengan estimasi waktu pengerjaan 10–12 bulan.
Setelah rampung, gedung sekolah diserahkan kepada Pemerintah Kota Medan untuk dikelola sebagai SMP negeri. Target operasionalnya pada 2028, dengan cakupan layanan bagi anak-anak usia sekolah di kawasan Belawan dan sekitarnya.
Inisiatif ini masuk dalam program Classrooms of Hope, bagian dari payung tanggung jawab sosial Pelindo bertajuk Tumbuh Bersama. Pola kemitraan lintas pihak semacam ini jarang dipakai untuk pembangunan sekolah negeri di kawasan pelabuhan, sehingga menjadi rujukan bagi proyek serupa di wilayah operasi Pelindo lain.
Dampak bagi Warga Belawan
Belawan selama ini dikenal sebagai kawasan pelabuhan dengan aktivitas logistik padat, tetapi pilihan sekolah menengah pertama negeri di sana terbatas. Kehadiran SMP baru berarti anak-anak setempat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke pusat Kota Medan untuk melanjutkan pendidikan setelah SD.
Hendri menambahkan, kolaborasi antara Pelindo, BNCT, Pemkot Medan, dan DP World Foundation menunjukkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di wilayah yang berperan strategis dalam aktivitas kepelabuhanan dan logistik.
Bagi Pelindo, pertumbuhan kawasan pelabuhan perlu berjalan seiring peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar. Perusahaan pelat merah itu menyatakan akan terus mendukung pengembangan sumber daya manusia lewat program tanggung jawab sosial yang berkelanjutan.
Penutup: Pembangunan SMP di Belawan menambah daftar proyek pendidikan yang menyertai ekspansi infrastruktur pelabuhan di Sumatera Utara. Jika jadwalnya berjalan sesuai rencana, sekolah ini menjadi salah satu fasilitas publik pertama yang berdiri dari kemitraan Pelindo dengan investor terminal peti kemas di kawasan tersebut.