MALUKU — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 678,67 poin atau 11,57% ke level 5.185,1 pada perdagangan Jumat (16/10/2026), penurunan terbesar sejak 1998. Tekanan jual deras membuat IHSG berpotensi melanjutkan tren bearish pada perdagangan Senin (19/10/2026), dengan ancaman downgrade status pasar dari MSCI menjadi pemicu utama.
Proposal MSCI untuk mengubah klasifikasi Indonesia dari pasar negara berkembang (Emerging Market) menjadi pasar mandiri atau Standalone Market menjadi sentimen paling berat yang menghantui bursa domestik. Kabar tersebut memicu kekhawatiran potensi keluarnya dana asing mencapai lebih US$3 miliar dari pasar saham Indonesia.
Level Support dan Resistance yang Dicermati
Secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan tren bearish menuju area support trendline terdekat pada level 5.000 hingga 4.800. Tekanan jual yang amat deras di time frame daily memperkuat sinyal pelemahan lanjutan.
Support kuat berikutnya yang menarik dicermati berada pada level 4.500. Sementara untuk penguatan, resistance pertama berada di level 5.280 sebagai target potensial, disusul resistance 5.500 sebagai target selanjutnya.
Penurunan Terbesar Sejak 1998
Pelemahan 678,67 poin yang membawa IHSG ke posisi 5.185,1 pada Jumat (16/10/2026) mencatatkan tren turun terbesar sejak 1998. Angka tersebut mencerminkan tekanan jual yang amat deras di pasar saham domestik.
Sentimen negatif datang bukan hanya dari dalam negeri. Faktor global, terutama kabar terbaru dari MSCI, menjadi pemicu utama yang memperparah aksi jual investor.
Ancaman Dana Asing Keluar
Potensi keluarnya dana asing hingga lebih US$3 miliar menjadi tantangan tersendiri bagi investor di tengah ancaman downgrade status pasar. Arus keluar dana asing dalam skala tersebut berisiko menambah tekanan pada likuiditas dan harga saham di bursa domestik.
Investor perlu mencermati perkembangan proposal MSCI dan respons regulator terhadap ancaman perubahan klasifikasi pasar. Kedua hal tersebut akan menentukan arah IHSG dalam beberapa sesi ke depan, terutama di sekitar area support 5.000 hingga 4.800.