Pencarian

Pelatihan Hidroponik Gratis di Semarang Bekali Kelompok Rentan Keterampilan

Selasa, 20 Oktober 2026 • 11:19:31 WIB
Pelatihan Hidroponik Gratis di Semarang Bekali Kelompok Rentan Keterampilan
Peserta mengikuti pelatihan hidroponik gratis di Semarang untuk membekali diri dengan keterampilan pertanian modern.

MALUKU — Kelompok rentan di Semarang mendapat pelatihan hidroponik gratis untuk membekali mereka dengan keterampilan pertanian modern. Program ini menyasar kemandirian ekonomi dan peluang kerja bagi peserta yang selama ini sulit mengakses pasar tenaga kerja formal.

Mengapa Hidroponik Jadi Pilihan

Hidroponik menawarkan sejumlah keunggulan praktis bagi peserta dengan keterbatasan lahan dan modal. Metode ini tidak membutuhkan tanah luas, bisa dijalankan di pekarangan sempit atau bahkan dalam ruangan, dan relatif hemat air dibanding pertanian konvensional.

Bagi warga perkotaan seperti di Semarang, keterbatasan lahan jadi hambatan utama untuk bertani. Hidroponik menjawab persoalan itu dengan instalasi bertingkat yang bisa ditempatkan di teras rumah atau gang sempit. Hasil panennya pun bisa dipanen dalam hitungan pekan untuk sayuran daun.

Keterampilan ini dinilai lebih mudah diserap peserta tanpa latar belakang pertanian. Pelatihan menekankan praktik langsung, bukan teori panjang, sehingga peserta bisa segera memulai budidaya skala rumahan seusai pelatihan.

Siapa yang Merasakan Manfaat

Peserta pelatihan mencakup warga dari kelompok rentan yang selama ini menghadapi hambatan ekonomi, termasuk penyandang disabilitas dan warga berpenghasilan rendah. Bagi mereka, keterampilan bertani hidroponik membuka dua jalur sekaligus: sumber pangan sendiri dan peluang pendapatan tambahan.

Hasil panen bisa dikonsumsi keluarga untuk menekan pengeluaran dapur, atau dijual ke tetangga dan pasar lokal. Sayuran daun seperti selada, kangkung, dan sawi menjadi komoditas yang paling sering dibudidayakan karena siklus panennya cepat dan permintaan pasar stabil.

Selain keterampilan teknis, peserta diperkenalkan pada cara menghitung biaya produksi dan menentukan harga jual. Bekal ini penting agar budidaya hidroponik tidak berhenti sebagai hobi, tetapi berkembang menjadi usaha kecil yang menghasilkan.

Peluang Kerja dan Kemandirian Ekonomi

Keterampilan hidroponik juga membuka peluang kerja di sektor pertanian perkotaan yang terus tumbuh. Kafe, restoran, dan hotel di kota besar makin banyak mencari pemasok sayuran segar lokal, termasuk dari budidaya hidroponik skala kecil.

Pelatihan semacam ini melengkapi program pemberdayaan ekonomi yang selama ini didominasi pelatihan keterampilan jasa dan kerajinan. Pertanian perkotaan menawarkan jalur yang relatif rendah modal, tetapi tetap punya pasar yang jelas.

Ke depan, keberlanjutan program bergantung pada pendampingan pascapelatihan. Peserta yang baru memulai butuh pendampingan saat menghadapi gagal panen atau serangan hama, dua persoalan yang paling sering membuat pemula berhenti di tengah jalan.

Pelatihan hidroponik inklusif di Semarang menunjukkan bahwa keterampilan pertanian modern bisa menjadi pintu masuk kemandirian ekonomi bagi kelompok yang selama ini sulit dijangkau program kerja formal. Jika pendampingan pascapelatihan berjalan konsisten, budidaya hidroponik skala rumahan berpeluang tumbuh menjadi sumber penghasilan yang menetap.

Follow maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks