Pencarian

Telkomsel 5G Dukung Smart Factory Pegaunihan di Batam

Jumat, 16 Oktober 2026 • 16:19:32 WIB
Telkomsel 5G Dukung Smart Factory Pegaunihan di Batam
Pekerja beraktivitas di lini produksi smart factory PT Pegaunihan Technology Indonesia, Batam.

MALUKU — Telkomsel menyiapkan 1.200 kartu SIM IoT dalam sistem Smart Manufacturing berbasis 5G di fasilitas PT Pegaunihan Technology Indonesia, Batam. Kerja sama ini ditandai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama pada 24 April 2025 untuk mendukung implementasi AI dan otomatisasi tingkat tinggi di lini produksi. Langkah tersebut menempatkan 5G Private Network Standalone sebagai fondasi transformasi manufaktur nasional.

PT Pegaunihan Technology Indonesia, anak usaha produsen elektronik global Pegatron, mengoperasikan smart factory di Batam dengan tulang punggung jaringan 5G Telkomsel. Fasilitas ini menjadi bagian dari strategi transformasi digital Pegatron di tingkat global sekaligus uji coba penerapan 5G di sektor manufaktur Indonesia.

Berbeda dari jaringan 4G yang mengutamakan kecepatan unduh, 5G dirancang menangani koneksi jutaan perangkat secara simultan. Karakter itu membuatnya cocok untuk IoT, kendaraan otonom, hingga sistem berbasis AI yang menuntut respons cepat.

Bagaimana 5G Private Network Bekerja di Lantai Produksi

Telkomsel menyediakan 5G Private Network Standalone (SA) yang berdiri terpisah dari jaringan publik. Konfigurasi ini memberi pabrik kendali penuh atas lalu lintas data, jaminan latensi rendah, dan keamanan koneksi antar mesin.

Di Smart Factory Pegaunihan, ribuan sensor dan mesin terhubung nirkabel ke sistem produksi. Data operasional dipantau secara real-time sehingga pemantauan kinerja mesin dan pengendalian proses berjalan lebih efisien. Pemeliharaan prediktif dan analitik kualitas menjadi dua area yang paling terbantu.

Latensi super rendah juga membuka opsi otomatisasi yang sebelumnya sulit dijalankan lewat jaringan kabel. Robot dan lengan mekanik bisa diarahkan dari jarak jauh tanpa jeda berarti.

Mengapa Manufaktur Melirik 5G Sekarang

Dalam laporan 2025 Manufacturing Industry Outlook, Deloitte menempatkan 5G bersama cloud dan generative AI sebagai tiga teknologi dengan ROI tertinggi bagi pelaku manufaktur. Lebih dari sepertiga produsen industri berencana mengadopsi 5G dalam satu hingga tiga tahun ke depan.

Temuan itu menjelaskan mengapa operator telekomunikasi mulai serius menggarap segmen enterprise. Pendapatan dari konektivitas konsumen cenderung melandai, sementara kebutuhan pabrik akan jaringan privat masih terbuka lebar.

Smart Port Benoa dan Ekspansi ke Sektor Lain

Selain manufaktur, Telkomsel menggandeng Huawei menghadirkan inovasi Hyper 5G berbasis 5G Standalone untuk Smart Port di Pelabuhan Benoa, Bali. Proyek ini menyasar efisiensi operasional pelabuhan yang menopang logistik dan pariwisata di wilayah tersebut.

Pada Maret 2025, kerja sama Telkomsel dan Huawei meraih penghargaan 'Innovative Mobile Service' di ajang global. Pengakuan itu menegaskan posisi 5G SA sebagai teknologi yang sudah masuk tahap implementasi komersial, bukan lagi sekadar demo.

Di sektor kesehatan, latensi rendah 5G memungkinkan konsultasi video berkualitas tinggi tanpa gangguan dan pemantauan kondisi pasien secara real-time. Operasional tambang cerdas dan sistem logistik berbasis data juga masuk daftar pemanfaatan yang tengah diuji.

Posisi Telkomsel di Pasar 5G Indonesia

Telkomsel tercatat sebagai operator pionir 5G di Indonesia dengan slogan 'Dekatnya Nyata, Pintarnya Terasa'. Penyediaan 5G Private Network SA untuk klien korporat menjadi pembeda dari layanan 5G konsumen yang jangkauannya masih terbatas di kota tertentu.

Model bisnis ini mengubah cara operator menjual konektivitas. Alih-alih paket data per gigabyte, Telkomsel menawarkan solusi terintegrasi yang mencakup jaringan, perangkat IoT, dan dukungan integrasi sistem.

Bagi pelaku industri, keputusan mengadopsi 5G bergantung pada kesiapan infrastruktur internal dan kemampuan mengolah data yang dihasilkan. Tanpa sistem analitik yang matang, ribuan sensor hanya menghasilkan banjir data tanpa nilai tambah.

Telkomsel belum mengungkap rencana perluasan Smart Factory ke klien manufaktur lain. Namun arah kerja sama dengan Pegaunihan dan Huawei menunjukkan 5G SA akan terus diposisikan sebagai produk unggulan segmen business-to-business.

Follow maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks