AMBON — PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Pattimura Ambon merampungkan seluruh rangkaian pelayanan debarkasi bagi jemaah haji asal Provinsi Maluku tahun 1447 H/2026 M untuk Kloter 24. Sebanyak 389 jemaah tiba di tanah air melalui tiga penerbangan bertahap maskapai Garuda Indonesia yang mulai mendarat pukul 03.10 WIT.
Distribusi Jemaah dan Penerbangan
Data manifestasi menunjukkan tiga penerbangan yang digunakan, yaitu GA 6340 mengangkut 132 orang, GA 6360 mengangkut 129 orang, dan GA 6380 mengangkut 126 orang. Seluruh jemaah dinyatakan dalam kondisi sehat setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di titik kedatangan.
Dari aspek kesehatan, lima jemaah yang menjalani pemeriksaan swab antigen seluruhnya dinyatakan non-reaktif. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari prosedur standar yang diterapkan bagi jemaah yang baru tiba dari perjalanan internasional.
Prioritas bagi Jemaah Berkebutuhan Khusus
Manajemen bandara memberikan perhatian khusus pada 17 jemaah yang menggunakan kursi roda. General Manager Bandara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, menyebut bahwa fasilitas garbarata di tiga parking stand dioptimalkan untuk memudahkan perpindahan jemaah dari pesawat ke terminal.
“Seluruh tahapan kedatangan telah kami tuntaskan dengan baik. Kami mengoptimalkan penggunaan Parking Stand nomor 2, 3, dan 4 yang didukung fasilitas garbarata guna memberikan kenyamanan maksimal bagi jemaah saat turun dari pesawat,” jelas Johan.
Alur Transportasi dan Logistik
Prosedur penjemputan jemaah diatur secara sistematis untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas di kawasan bandara. Bus jemaah masuk melalui area VIP Pemda dan bergerak menuju bawah Gate 3 yang ditetapkan sebagai titik utama naiknya jemaah. Setelah seluruh anggota regu naik, bus langsung diberangkatkan menuju Asrama Haji dengan pengawalan personel keamanan.
Barang kabin jemaah diangkut secara terpisah menggunakan truk melalui jalur VIP, sementara bagasi tercatat ditangani langsung oleh panitia di terminal kargo sebelum didistribusikan ke Asrama Haji. Johan menambahkan bahwa koordinasi intensif dilakukan untuk mengantisipasi dinamika operasional seperti cuaca buruk maupun keterlambatan jadwal.
Status Domestik dan Komitmen Pelayanan
Johan menjelaskan bahwa karena status jemaah sudah domestik saat tiba di Ambon, proses kedatangan tidak lagi memerlukan pemeriksaan CIQ (Customs, Immigration, and Quarantine). Seluruh rangkaian didukung oleh kesiagaan personel keselamatan dan keamanan bandara yang memastikan setiap tahapan berjalan sesuai prosedur standar operasi.
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Pattimura Ambon berkomitmen terus mendukung program pembangunan nasional, khususnya dalam penyediaan layanan transportasi udara yang handal dan humanis bagi masyarakat Maluku. Keberhasilan pelayanan debarkasi tahun 2026 ini diharapkan menjadi standar peningkatan kualitas layanan bandara di masa depan. (**)