AMBON — Pelaksana Harian (Plh) Kepala Desa Lermatang, Gustaf Lamere, menegaskan bahwa masyarakatnya bukan hanya setuju, tetapi sangat antusias dengan proyek yang akan dibangun di lepas pantai Tanimbar itu. "Masyarakat mendukung sepenuhnya. Mereka bukan hanya 100 persen, tapi 3.000 persen mendukung demi kepentingan kita bersama," ujarnya di Ambon, Jumat.
Sempat Ada Perbedaan Pemahaman Soal Status Lahan
Gustaf mengakui, sebelumnya terjadi perdebatan di kalangan warga terkait status lahan yang masuk dalam kawasan hutan. Namun, setelah pemerintah dan tim terkait memberikan penjelasan komprehensif, masyarakat mulai memahami bahwa tanah tersebut adalah milik negara yang dikelola untuk kesejahteraan mereka.
"Awalnya masyarakat belum mengerti terkait kawasan hutan sehingga sempat terjadi perdebatan. Namun ketika saya mengetahui bahwa status tanah kawasan hutan ini adalah milik negara yang dikelola demi kesejahteraan masyarakat, saya menerima 100 persen, bahkan 3.000 persen," kata dia.
Pendataan Lahan Memasuki Hari Kelima
Hingga hari kelima pelaksanaan pendataan lahan, kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Partisipasi aktif warga terlihat dari kesediaan mereka memberikan data yang dibutuhkan untuk mendukung proyek nasional tersebut. Kehadiran negara dalam proyek ini, menurut Gustaf, bertujuan memastikan manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat setempat.
"Negara mengambil alih proyek ini supaya hasil dari proyek tersebut nantinya dapat menguntungkan masyarakat. Jadi kami mendukung kapan pun waktu dimulainya proyek ini," tegasnya.
Proyek Migas Terbesar dengan Konsep Onshore LNG
Blok Masela berlokasi di Laut Arafura, sekitar 150 kilometer dari pesisir Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Lapangan Gas Abadi di dalamnya dikelola oleh INPEX Masela Ltd bersama para mitra. Proyek ini masuk dalam daftar PSN karena cadangan gas alamnya yang besar dan diproyeksikan menjadi salah satu proyek hulu migas terbesar di Indonesia.
Berbeda dengan konsep awal, pengembangan kini dirancang menggunakan kilang gas alam cair (LNG) darat atau onshore LNG yang akan dibangun di daratan Tanimbar. Selain untuk ekspor dan kebutuhan domestik, proyek ini diharapkan menciptakan lapangan kerja, mendorong investasi, dan membangun infrastruktur baru.
Harapan Warga: Pelatihan hingga Beasiswa untuk Generasi Muda
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lermatang, Lambertus Batmetam, dan Ketua Lembaga Adat Lermatang, Abraham Rangkoly, turut menyatakan dukungan terhadap percepatan proyek. Mereka meminta pemerintah terus membangun komunikasi terbuka dengan masyarakat, terutama soal status lahan dan tahapan pembangunan, agar tak ada kesalahpahaman di kemudian hari.
Warga juga berharap ada program pemberdayaan menyertai proyek raksasa ini. Mulai dari pelatihan keterampilan, prioritas kerja bagi tenaga lokal, hingga program pendidikan dan beasiswa bagi generasi muda Desa Lermatang. Dengan berbagai harapan itu, masyarakat optimistis Blok Masela menjadi motor penggerak ekonomi baru di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.