BANDA NEIRA — Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, menapaki jejak sejarah di Pulau Banda Besar pada Senin (15/6/2026). Ia didampingi dua staf kedutaan dan pelaku pariwisata setempat, Rizal Bahalwan. Agenda utama Dubes Penone adalah meninjau Agro Wisata Pohon Pala, sebuah ikon rempah yang membawa nama Banda ke panggung dunia.
Situs Sejarah yang Dikunjungi Dubes Prancis
Selain kebun pala, rombongan menyambangi Benteng peninggalan Belanda yang kokoh di pesisir. Tak berhenti di situ, Fabien Penone juga melawat ke Rumah Pengasingan Bung Hatta, Cipto Mangunkusumo, dan Sutan Sjahrir. Ketiga rumah bersejarah itu menjadi saksi bisu perlawanan intelektual Indonesia di masa kolonial.
Alasan Banda Neira Disebut 'Surga' oleh Dubes Prancis
"Banda Neira sudah lama terkenal di mata dunia karena sejarah dan alamnya yang bagus," ujar Fabien Penone di sela kunjungan, Senin. Ia menambahkan bahwa pulau ini punya potensi pariwisata besar. "Saya akan mempromosikan sehingga bisa mendatangkan wisatawan dari Negara Prancis ke Pulau Banda karena Banda Neira adalah surga," tegasnya.
Harapan Pelaku Pariwisata Lokal
Rizal Bahalwan, yang mendampingi Dubes, menyampaikan apresiasi masyarakat Banda atas kunjungan tersebut. Menurut Rizal, momen ini bukan sekadar wisata biasa. "Ini adalah kerjasama antara Negara Prancis dan Indonesia berupa peningkatan pariwisata, pendidikan, dan kebudayaan," jelasnya.
Rizal menambahkan, sejarah Banda Neira yang kaya membuat banyak orang penasaran. Keistimewaan pulau ini, kata dia, selalu memikat hati wisatawan untuk kembali berkunjung. Kunjungan Dubes Prancis diharapkan membuka pintu promosi lebih luas ke Eropa.