AMBON — Universitas Pattimura (Unpatti) resmi menggandeng YAIJ Foundation untuk membuka akses program pertukaran mahasiswa, pendidikan vokasi, dan pengembangan karier internasional ke Jerman. Kerja sama ini diumumkan di Ambon, Selasa, oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unpatti Ruslan HS Tawari.
Menurut Ruslan, program ini menjadi bagian dari strategi kampus memperluas pengembangan sumber daya manusia melalui jejaring global. Ia menekankan bahwa kesempatan semacam ini tidak hanya memberikan pengalaman, tetapi juga membentuk pola pikir mahasiswa dalam membangun masa depan.
Subsidi Biaya hingga 70 Persen untuk Mahasiswa Unpatti
Kepala PT YAIJ Cabang Ambon sekaligus perwakilan YAIJ Foundation Yulia Rumpeniak menjelaskan, program ini dirancang untuk membuka akses karier dan pendidikan vokasi bagi mahasiswa serta alumni Unpatti di Eropa. Pemerintah Jerman saat ini disebut membutuhkan tenaga muda produktif dari berbagai negara, seiring meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia di sektor industri dan layanan kerja.
Untuk mendukung partisipasi, YAIJ Foundation menyediakan subsidi pembiayaan hingga 70 persen bagi mahasiswa dan alumni yang mengikuti program. "Kami hadir untuk memperkenalkan kepada mahasiswa dan alumni Universitas Pattimura bahwa ada peluang untuk berkarier dan mendapatkan pengalaman internasional di luar negeri, khususnya di Jerman," kata Yulia.
Program Vokasi dan Pertukaran Budaya ke Jerman, AS, dan Belgia
Melalui YAIJ Foundation dan PT YAIJ, peserta bisa mengikuti program Ausbildung atau studi vokasi di Jerman, serta program pertukaran budaya ke Amerika Serikat dan Belgia. Ruslan menambahkan, mahasiswa Unpatti diharapkan memanfaatkan kesempatan ini dengan penuh komitmen dan tanggung jawab.
"Tidak semua orang memiliki kesempatan mengikuti program internasional," ujar Ruslan. Ia menilai generasi muda di Maluku harus memiliki keberanian memanfaatkan peluang global dengan pola pikir progresif dan semangat terus belajar.
Fakta Singkat Program Unpatti – YAIJ Foundation
- Program mencakup pertukaran mahasiswa, pendidikan vokasi (Ausbildung), dan pengembangan karier di Jerman.
- YAIJ Foundation menyediakan subsidi biaya hingga 70 persen bagi peserta dari Unpatti.
- Selain Jerman, program pertukaran budaya juga tersedia ke Amerika Serikat dan Belgia.
- Pemerintah Jerman disebut membutuhkan tenaga muda produktif dari luar negeri untuk sektor industri dan layanan kerja.
Ruslan berharap kerja sama ini menjadi momentum bagi mahasiswa Unpatti untuk memperkuat kompetensi, memperluas wawasan, dan mendapatkan pengalaman internasional yang berdampak pada pengembangan karier ke depan.