LANGGUR — Euforia Piala Dunia 2026 sudah terasa di ujung timur Indonesia. Ribuan warga yang tergabung dalam komunitas suporter dari sepuluh negara peserta menggelar konvoi akbar melintasi dua wilayah, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) dan Kota Tual, pada Kamis siang (11/6/2026).
Sejak pukul 11.00 WIT, titik kumpul di kawasan Stadion Maren mulai dipadati. Para penggemar tampak antusias mengenakan jersey kebanggaan masing-masing: Brasil, Argentina, Belanda, Prancis, Republik Ceko, Inggris, Spanyol, Jerman, dan Portugal.
Dominasi Suporter Brasil di Kepulauan Kei
Dari pantauan di lapangan, kelompok suporter Brasil Kepulauan Kei mendominasi jumlah peserta konvoi. Warna kuning-hijau khas Samba tampak mendominasi sepanjang rute perjalanan.
Iring-iringan mulai bergerak sekitar pukul 14.00 WIT. Rute konvoi dirancang melintasi dua wilayah sekaligus: dimulai dari Stadion Maren di Malra, menuju Landmark Langgur, lalu melintasi Jembatan Usdek yang menjadi batas antara Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual.
Rute Konvoi Sepanjang Jalan Utama
Setelah melewati Jembatan Usdek, peserta konvoi melanjutkan perjalanan melalui kawasan Wearhir, SKB, Un Wartel, hingga Dealer Yamaha. Rute berlanjut ke Tugu Sinar Pagi dan berakhir di Lapangan Lodar El.
Sepanjang perjalanan, warga setempat memadati sisi jalan untuk menyaksikan iring-iringan kendaraan yang dihiasi atribut tim nasional. Suasana meriah mewarnai jalanan utama di dua daerah tersebut sepanjang sore.
Piala Dunia 2026 Mulai 11 Juni
Piala Dunia 2026 akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Edisi kali ini menjadi yang pertama dengan format 48 tim peserta.
Konvoi akbar di Malra dan Tual menjadi salah satu bentuk antusiasme masyarakat Kepulauan Kei terhadap ajang sepak bola terbesar dunia. Belum ada laporan mengenai pelaksanaan kegiatan serupa di kota-kota lain di Provinsi Maluku dalam waktu dekat.