MALUKU — JAKARTA — Keputusan John Herdman untuk memaksimalkan pemain domestik di Piala AFF 2026 bukan sekadar taktik jangka pendek. Dalam pernyataan resmi yang diterima Kompas.tv, Sabtu (30/5/2026), pelatih asal Inggris itu menegaskan komposisi skuad akan diisi penuh oleh pemain lokal.
“Ya, itu akan menjadi pemain lokal kita, pemain domestik kita,” ucap Herdman di Jakarta.
Keputusan ini sekaligus menjadi jawaban atas situasi kalender kompetisi Eropa yang kerap bertabrakan dengan jadwal AFF. Musim baru di Benua Biru biasanya dimulai pada Juli-Agustus, membuat pemain diaspora sulit dilepas klubnya.
Bangun Identitas Taktis Tanpa Harus Menyesuaikan Gaya Diaspora
PSSI menyebut ada tiga implikasi strategis dari langkah Herdman. Pertama, pelatih bisa membangun identitas taktis yang konsisten dan kohesif. Tanpa harus menyesuaikan dengan pemain diaspora yang punya gaya bermain berbeda, pola permainan bisa lebih cepat matang.
Pacu Motivasi Pemain Lokal dengan Peluang Karier yang Jelas
Kedua, strategi ini menciptakan lingkungan kompetitif di internal pemain lokal. Mereka merasa dihargai dan memiliki peluang karier yang jelas di timnas.
“Hal ini dapat meningkatkan motivasi dan dedikasi pemain-pemain tersebut dalam mengikuti program latihan yang sangat intensif,” bunyi pernyataan PSSI.
Filosofi Jangka Panjang untuk Generasi Tulang Punggung Timnas
Ketiga, keputusan ini sejalan dengan filosofi pembinaan jangka panjang Herdman. Ia ingin membangun generasi pemain yang solid dan stabil, bukan sekadar tim musiman.
“Dengan fokus pada pemain lokal, Herdman dapat membangun generasi pemain yang solid dan stabil, yang akan menjadi tulang punggung timnas Indonesia untuk beberapa tahun ke depan,” lanjut pernyataan tersebut.
Di Piala AFF 2026, Indonesia tergabung di Grup A. Lawan yang dihadapi cukup berat: Vietnam, Singapura, Kamboja, dan pemenang antara Brunei Darussalam vs Timor Leste.