SAUMLAKI — Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menyempatkan diri berdialog langsung dengan warga di sela peninjauan lokasi groundbreaking Lapangan Abadi Blok Masela, Kamis (18/6/2026). Ia mendengar masukan dari masyarakat Desa Latdalam, Lermatang, dan Bomaki yang mendiami area sekitar proyek gas raksasa di Kabupaten Kepulauan Tanimbar itu.
Masyarakat Harus Jadi Penerima Manfaat Utama
Kapolda menegaskan bahwa keberhasilan Blok Masela tidak cukup diukur dari besarnya investasi atau megahnya infrastruktur. “Blok Masela bukan hanya proyek energi nasional, tetapi juga harapan besar masyarakat Tanimbar. Karena itu, masyarakat harus menjadi penerima manfaat utama dari investasi strategis ini,” ujarnya.
Menurut Dadang, manfaat itu harus nyata, baik melalui kesempatan kerja, peningkatan kesejahteraan, maupun pembangunan daerah yang berkelanjutan. Ia menekankan generasi muda Tanimbar harus menjadi bagian penting dari pembangunan yang akan berlangsung di daerahnya sendiri.
Keamanan Jadi Prasyarat Kepastian Investasi
Dalam peninjauan tersebut, Kapolda mengecek aksesibilitas kawasan proyek, kesiapan fasilitas pendukung, serta aspek pengamanan objek vital nasional. Langkah ini untuk mengidentifikasi potensi kerawanan sejak dini.
“Keamanan merupakan faktor penting dalam menciptakan kepastian investasi. Polda Maluku berkomitmen mengawal seluruh tahapan pembangunan Blok Masela secara profesional,” tegas Dadang. Ia menambahkan, stabilitas keamanan yang terjaga dan kolaborasi antara pemerintah, aparat, pelaksana proyek, serta masyarakat menjadi kunci kelancaran proyek berskala nasional.
Proyek yang Ditunggu untuk Ketahanan Energi dan Ekonomi Timur Indonesia
Pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia. Proyek ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja, mengembangkan infrastruktur, serta mendorong program pemberdayaan masyarakat berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan seluruh tahapan menuju groundbreaking dapat berjalan aman, lancar, dan mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan,” ujar Dadang. Peluncuran resmi oleh Kementerian ESDM direncanakan pada akhir Juni 2026.